Tekfinasia.com – Cepat, mudah, dan simpel. Tinggal memainkan jari pada tuts handphone, setiap orang bisa dengan mudah mendapatkan berbagai macam kebutuhan hidupnya. Termasuk memperoleh dana yang sedang ia butuhkan. Yep! Sekarang ini ada begitu banyak perusahaan penyelenggara pinjaman dana yang dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi online.

Dari data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK sampai dengan 10 Januari 2021  sebanyak 149 perusahaan. Dari total jumlah tersebut terdapat penambahan 4 (empat) penyelenggara fintech lending berizin, yaitu PT Kuai Kuai Tech Indonesia, PT Rezeki Bersama Teknologi, PT Uangme Fintek Indonesia, dan PT Stanford Teknologi Indonesia. Dengan begitu, jumlah perusahaan yang berizin menjadi 41 (empat puluh satu) penyelenggara. Ini baru fintech yang terdaftar di OJK.

Pinjaman dana online yang tidak terdaftar alias ilegal lebih banyak lagi. Satgas Waspada Investasi (SWI) mengungkap, per 22 Desember 2020 telah membekukan sebanyak 1.450 situs entitas ilegal yang terdiri dari 349 investasi ilegal, 1.026 fintech P2P lending ilegal, dan 75 gadai ilegal.

Ya, bak kecambah yang tumbuh bertebaran di lahan yang subur, Indonesia memang menjadi salah satu lahan potensial bagi tumbuhkembangnya bisnis fintech. Pertumbuhan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Sebagai negara berkembang, Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu sebanyak 270.203.911 jiwa (berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 yang dilakukan BPS). Tapi, bukan itu point-nya.

Seperti halnya prinsip ekonomi, terjadinya peningkatan supply tentu didorong karena adanya demand yang cukup besar. Nah, apa yang mendorong peningkatan demand tersebut? Bukankah produk peminjaman dana atau yang lebih dikenal dengan istilah kredit telah diperankan oleh lembaga perbankan ataupun pembiayaan sejak lembaga keuangan tersebut berdiri?

Nah, yang “dimainkan” oleh perusahaan fintech lebih dari sekadar menawarkan produk, melainkan sebuah produk dengan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, yaitu kemudahan proses peminjaman dana yang begitu cepat, mudah, dan simple. Cukup dengan mendownload aplikasi, mengisi form singkat, pinjaman dana yang diajukan bisa langsung diproses. Apalagi pinjaman dana melalui genggaman ini tidak mensyaratkan adanya agunan. Nilainya pun mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Selain dari sisi demand, keberadaan pinjaman dana online seolah menutup gap yang terjadi di industri keuangan Indonesia. Kita tidak bisa menutup mata bahwa ada beberapa lapisan masyarakat yang tidak dapat menjangkau pasar keuangan, khususnya di ranah perbankan yang dapat memberikan “kelonggoran” prosedural.

Meski sebenarnya, peminjaman dana online tersebut bisa dibilang cukup tricky dalam menawarkan pinjamannya. Di samping kemudahan yang ditawarkan, hampir sebagian besar perusahaan peminjaman dana mengenakan bunga yang cukup tinggi. Per harinya bisa sekitar 0,05 persen sampai dengan maksimal 0,8 persen. Berarti jika diakumulasikan, dapat mencapai 1,5 persen sampai 24 persen dalam sebulan. Bahkan ada juga yang mencapai 30 persen. Belum lagi potongan untuk biaya administrasi, dan pengenaan denda jika peminjam mengalami keterlambatan bayar.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan perusahaan peminjaman dana online. Di masa pandemi saat ini, akumulasi rekening peminjam dan jumlah penyaluran dana pinjaman per November 2020 tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Statistik perkembangan fintech per November 2020
Source:ojk.go.id

So, gimana menurut kamu? Apa alasan lain fintech tumbuh subur di Indonesia? Apa kamu juga punya pengalaman menggunakan platform aplikasi online perusahaan fintech? Boleh share di kolom komentar, ya! Atau via email editor@tekfinasia.com/ tekfinasia@gmail.com. Insyaallah kita akan muat di next artikel! THANK YOU

Copywriter & SEO enthusiast ~ Menggali informasi data dan fakta untuk berbagi. Karena data dan fakta adalah sebenar-benarnya informasi yang tidak bisa dikelabui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *