Tekfinasia.com – Selain membuka rekening tabungan, untuk kamu-kamu yang baru mulai bekerja atau memiliki penghasilan, perlu juga nih untuk mulai berinvestasi. Kenapa? Karena investasi bukan cuma sekadar simpanan, tapi juga memberikan keuntungan di masa depan. Dengan kata lain, investasi bisa menjadi persiapan kamu untuk menyongsong masa depan dengan segenap impian dan harapan. Apalagi dari tahun ke tahun biaya hidup semakin meningkat. Hal ini tentu akan sangat merepotkan jika tidak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Seperti apa langkahnya? Berikut ulasannya:

1. Tentukan tujuan kamu

Sebelum memutuskan untuk masuk pada suatu instrumen investasi, hal yang harus kamu lakukan terlebih dahulu adalah ketahui secara jelas apa yang menjadi tujuan kamu dalam berinvestasi. Apakah untuk memenuhi biaya pendidikan, biaya pembelian properti, atau biaya pernikahan.

Hal ini akan memudahkan kamu untuk memilih instrumen investasi mana yang cocok dengan kamu; jenis investasi jangka panjang, atau investasi jangka pendek. Karena setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan ketentuan yang berbeda-beda, bukan hanya dari sisi besarnya nilai uang yang harus diinvestasikan, tapi juga jangka waktu penarikannya (withdraw).

2. Kenali profil risiko kamu

Selain menentukan tujuan, kamu juga perlu nih, untuk mengenali profil risiko kamu agar tidak tersesat; Apakah kamu termasuk tipe konservatif, moderat, atau agresif.  Bagi kamu yang termasuk kategori konservatif atau sangat berhati-hati, kamu bisa mulai berinvestasi di instrumen investasi yang memiliki risiko rendah. Deposito perbankan misalnya. Karena deposito sebenarnya merupakan tabungan dana jangka panjang, yang bisa diambil atau dicairkan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Jadi, jangka waktu dan perhitungan keuntungannya lebih terukur. Atau bisa juga berinvestasi di  reksadana. Sementara bagi kamu yang memang menyukai tantangan, atau masuk dalam kategori investor agresif, mungkin bisa memilih investasi saham yang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Untuk hal ini, kamu juga bisa berkonsultasi dengan seorang perencana keuangan (financial planner) yang andal.

3. Cari tahu reputasi perusahaan investasi yang dituju

Mengetahui reputasi perusahaan investasi yang akan dituju menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting. Apalagi investasi ini sifatnya jangka panjang. Baik buruknya perusahaan pengelola tentu akan berdampak signifikan terhadap investasi yang kamu lakukan. Bagaimana caranya, kamu bisa melihatnya dari rekam jejak (track record) perusahaan tersebut, atau kinerja yang dicatatkannya. Paling tidak, hal ini dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang bakal terjadi di kemudian hari.

Copywriter & SEO enthusiast ~ Menggali informasi data dan fakta untuk berbagi. Karena data dan fakta adalah sebenar-benarnya informasi yang tidak bisa dikelabui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *