Tekfinasia.com – Satgas Waspada Investasi hingga akhir November telah menghentikan sebanyak 182 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Dari 182 entitas tersebut di antaranya 164 perdagangan forex tanpa izin; 8 investasi money game; 2 equity crowdfunding ilegal; 2 multi level marketing tanpa izin; 1 perdagangan kebun kurma; 1 investasi properti; 1 penawaran investasi tabungan; 1 penawaran umrah; 1 investasi cryptocurrency tanpa izin; dan 1 koperasi tanpa izin.

“Kegiatan 182 entitas ini berbahaya karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar,” ungkap Ketua SWI, Tongam L. Tobing dalam rilisnya, Selasa (3/12).

Satgas Waspada Investasi juga mengimbau kembali kepada masyarakat untuk tidak ikut dalam kegiatan yang dilakukan oleh entitas PT Kam And Kam (Memiles), karena merupakan kegiatan yang ilegal dan tidak memiliki izin dari otoritas seperti tercantum pada siaran pers pada tanggal 2 Agustus 2019. Total kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 sebanyak 444 entitas.

Selain itu, Satgas Waspada Investasi hingga akhir November 2019 juga telah menemukan 125 entitas fintech peer-to-peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK, dan pada 7 Oktober 2019 Satgas Waspada Investasi telah menindak 133 entitas fintech peer-to-peer lending ilegal. Dengan begitu, total entitas fintech peer-to-peer lending ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan November 2019 sebanyak 1.494 entitas dengan total entitas fintech peer-to-peer lending ilegal yang sudah ditindak oleh Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 hingga November 2019 sebanyak 1.898 entitas.

Copywriter & SEO enthusiast ~ Menggali informasi data dan fakta untuk berbagi. Karena data dan fakta adalah sebenar-benarnya informasi yang tidak bisa dikelabui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *